Sabtu, 24 Maret 2018

Be Strong



Semenjak duduk dibangku kuliah aku ngrasa banyak banget perubahan-perubahan yang gak terpikirkan sebelumnya. Dulu aku mikirnya kuliah tu bakal beda dari SMA, bakal bisa bikin aku mikir lebih terbuka dari berbagai segi kehidupan dan sudut pandang. Tapi kenyataanya malah nggak seperti itu, hal yang seharusnya bikin aku jadi lebih berpikir luas malah bikin aku berpikiran sempit. Yaa mungkin ini efek karna masih mahasiswa baru aja kali ya.
Aku ngrasa ini bukan aku si, dan hal-hal yang selama ini aku lakuin tu beda banget sama waktu aku masih SMA. Jujur aku nggak suka sama cara belajar dikelas mungkin karena itu sih yang bikin aku jadi males buat buka buku dirumah atau bahkan ngerjain tugas sebelum waktu deadline. Selama semester ini aku seperti nggak mendapatkan ilmu yang mendalam atau bahkan yang membekas.
Waktu SMA tu aku bener-bener dilatih buat berpikiran luas, melihat suatu permasalahan dari berbagai sudut pandang . Mecahin persoalan menurut diri kita atau diskusi di kelas. Tapi semua itu belum aku dapetin di bangku kuliah. Jadi kronologisnya tu gini, setiap ada presentasi di kelas tu enggak adil menurut aku. Mereka yang presentasi udah menyetting siapa aja yang bakal ditunjuk saat sesi pertanyaan. Bahkan parahnya lagi mereka nyuruh si penanya ini buat bikin jawabannya sekalian, jadi sewaktu sesi tanya jawab mereka tinggal baca hasil jawaban dari si penanya yang udah di share lewat Whatsapp.
Terlebih yang aku nggak suka itu dari hasil jawaban-jawaban atas pertanyaan itu, menurut aku jawabannya  kadang gak logis dan bikin aku mikir dua kali. Intinya jawabannya tu kebanyakan bukan dari hasil penalaran melainkan dari sumber internet yang seadanya. Jadi itu yang bikin aku kurang enjoy menikmati masa perkuliahan selama semester satu ini. Hal itu juga yang bikin aku agak malas untuk belajar, karna aku ngrasa sedikit percuma aja kita yang udah belajar kalah saing sama yang udah disetting.
Intinya semester satu kemaren aku belom bisa mengeksplore dunia perkuliahan dengan semestinya. Kayak maen-maen aja gitu dapet uang saku trus ketemu temen-temen dan itu repeat. Tapi ya tetep nglakuin kewajiban jadi mahasiswa pada umumnya, cuma fillnya aja yang belom dapet. Semoga aja next semester bisa berubah yaa, harus hehe. Berubah tu harus biar gak jadi orang yang merugi, InsyaAllah.



Oh iya disini aku hanya mengeluarkan opini aku, tidak bermaksud menyinggung atau bahkan menyindir, thankyouu J

Kamis, 29 Desember 2016

PERBAIKAN TUGAS UJIAN PRAKTIK BAHASA INDONESIA (CERPEN)




Jajanan Pembawa Musibah

Wanita muda itu terkapar di sudut kamar. Matanya nanar. Busa di mulutnya masih saja keluar begitu aku dan temanku datang  menjemputnya untuk mengunjungi objek wisata di Kabupaten Magelang. Ya, kami memang sudah merencanakan hal ini semalam dan aku bersama Dean memutuskan untuk menjemput Rina karena rumahku dan Dean berdekatan. Selama kurun waktu 3 tahun ini ia memang tinggal sendiri, orang tuanya berada di Sumatera. Ia memustuskan untuk tinggal di Magelang karena ingin sekolah di Kota ini dan menempati salah satu kos di daerah Mertoyudan.

Sekitar pukul 10.00 WIB kami sampai di kos-kosan Rina. Sontak aku dan Dean terkejut dan lidah ini kelu untuk mengatakan sesutau, karena pandangan kami tertuju pada sudut kamar Rina karena pintu terbuka seperti habis kerampokan . “Sepertinya Rina habis diracuni oleh seseorang”, ujar Dean tanpa menatapku. “Sekarang gini, aku masuk ke dalam sedangkan kamu keluar cari bantuan!”, jawabku dengan tegas. Dean kemudian berlari  menemui Ibu kos dan melaporkan kejadian tersebut.

Tak berapa lama kemudian ada beberapa orang datang menghampiri aku dan Rina, di situ aku menangis tak karuan sambil memaksa-maksa Rina bangun namun tak kunjung ada jawaban. Tanpa berpikir panjang orang-orang langsung membawa Rina keluar dan menuju ke mobil ambulans yang sudah datang begitu kami sampai di depan kos-kosan. Didalam mobil ambulans aku dan Dean tak kuasa menahan tangis karena kami tak menyangka kejadian itu menimpa Rina sahabat kami.

Kami tiba di salah satu rumah sakit di Magelang dan Rina langsung di  bawa untuk diperiksa lebih lanjut. Sembari kami menunggu dokter memeriksa Rina, ibu kos meminta kami untuk menghubungi keluarga dekan Rina yang ada di Magelang. Namun sayangnya kami berdua tidak tahu siapa kerabat dekat Rina.

Setelah aku dan Rina melaksanakan salat zuhur kami langsung menuju ke ruangan tempat pemeriksaan Rina. Beberapa menit kemudian dokter keluar dan memberitahukan kami bahwa Rina sudah sadar, dokter pun mengizinkan kami untuk menengok Rina. Dokter menjelaskan bahwa Rina keracunan bukan diracuni. Aku dan Dean mengangguk begitu mendengarkan penjelasan dokter, karena kami berpikir kalau Rina diracuni. “Iya Fi, De aku tu nggak diracuni tapi tadi aku jajan makanan di deket kos-kosan kan trus habis aku makan nggak tau kenapa perutku sakit dan aku nggak tau kalo aku langsung pingsan”, jelas Rina kepada kami. “Allhamdulillah Rin kamu udah sadar dan nggak kenapa-kenapa” jawabku sambil tersenyum.

Sehari kemudian setelah Rina kembali ke kos-kosan aku dan Dean datang untuk menjenguk Rina. Rina tampaknya sudah sehat dan sudah dapat melaksanakan aktivitas seperti biasa. Rina meminta maaf kepada aku dan Dean karena dengan adanya kejadian waktu itu menyebabkan rencana liburan ke Candi Borobudur batal. Namun hal tersebut bukan masalah besar bagi kami, kami langsung berpelukan karena kejadian waktu itu akan kami jadikan pengalaman agar kita tidak lagi jajan sembarangan. “Yang penting kita masih sama-sama” ujar kami bersamaan.

            Setelah kejadian tersebut kedua orang tua Rina lantas mengunjunginya di Magelang. Pada saat itu kebetulan aku dan Dean sedang ada di kos-kosan Rina. Kami menyambut kedatangan mereka dengan senang dan penuh antusias. Kerinduan Rina pun terpecahkan, sontak ayah, ibu, dan anak itu berpelukan sambil diselingi rasa haru dengan mata berkaca-kaca. Aku senang melihat kebahagiaan mereka, begitu hangat dan harmonis.

            Tanpa berlama-lama kedua orang tuanya pun langsung mengajukan beberapa pertanyaan seputar kejadian yang dialami anaknya beberapa waktu yang lalu. Dengan wajah serius Rina menjelaskan secara detail kronologis kejadiaanya. Ayah ibunya berpesan kepada Rina agar lebih berhati-hati lagi, mereka tidak memarahi Rina, namun mereka menganggap ini adalah pengalaman bagi hidup anaknya.

            Aku mendengar bahwa kedua orang tua Rina hanya 3 hari berada di Magelang, hal ini bukan tanpa alasan melainkan karena tanggung jawab pekerjaan. Di hari keberangkatan orang  tua Rina, aku dan Dean memutuskan untuk datang dan menemani Rina untuk mengantar kedua orang tuanya ke bandara.  Setelah itu kami memutuskan untuk mampir ke kedai ice cream di Jogja. Aku sangat merasakan kehangatan persahabatan diantara aku, Dean, dan Rina. Kami saling bertukar cerita masing-masing, tak lupa kadang kami juga menceritakan tentang cinta, anak muda memang identik dengan cinta, namun kami mengangkap hal itu wajar karena kami sedang dalam masa pertumbuhan.

            Sesampainya di kos-kosan Rina, aku dan Dean berpamitan untuk pulang kerumah masing-masing. Senyuman Rina yang manis mengakhiri perjumpaan kita hari ini. Aku bersyukur mempunyai sahabat yang baik dan saling mengerti satu sama lain. Semoga persahabatan ini selalu terjaga hingga akhir hayat kami. Aamiin.

~selesai~

Jumat, 18 November 2016

IKLAN

A.   PENGERTIAN IKLAN
Iklan adalah informasi yang isinya bertujuan untuk membujuk khalayak umum atau orang banyak supaya tertarik kepada barang atau jasa yang ditawarkan. Dengan kata lain, iklan merupakan suatu berita yang dimaksud untuk mendorong masyarakat agar memenuhi permintaan di dalam iklan. Iklan dipasang di media massa seperti surat kabar, majalah, televisi, radio, internet, dll.

B.   STRUKUR IKLAN
1.      Orientasi
2.      Tubuh iklan
3.      Justifikasi

C.   JENIS – JENIS IKLAN
Iklan dapat dibedakan berdasarkan beberapa hal, dalam pembelajaran ini disajikan jenis iklan berdasarkan media yang digunakan dan tujuan iklan. Berdasarkan jenis media yang digunakan, iklan dapat digolongkan sebagai berikut:
1.   Iklan cetak
Iklan cetak adalah jenis iklan yang dipublikasikan menggunakan media cetak seperti Koran, majalah, tabloid, dan lain- lain. Berdasarkan ruang yang digunakan dalam media surat kabar, majalah,tabloid, iklan dikenal dalam 3 bentuk yaitu:
a.    Iklan baris
Iklan baris adalah iklan yang hanya dibuat dalam beberapa baris, umumnya terdiri atas 3-4 baris dengan luas tidak lebih dari satu kolom. Biayanya reletif lebih murah, dihitung perbaris. Untuk menghemat biaya dan semua informasi dapat tersampaikan, bahasa yang digunakan dalam iklan ini umumya disingkat , penuh makna, dan sederhana. Hal yang di iklankan dalam iklan baris biasanya iklan lowongan pekerjaan, barang dan jasa dll. 

b.   Iklan kolom
Iklan kolom adalah iklan yang dibuat dalam bentuk kolom. Iklan ini lebih tinggi dari pada iklan baris. Terkadang iklan ini juga dilengkapi dengan gambar, simbol, atau lambang yang mendukung isi iklan. Hal yang di iklan kan berupa iklan barang dan jasa, loker dan lain- lain.

2.   Iklan advertorial
Iklan advertorial adalah jenis iklan yang dikemas seperti berita.
3.   Iklan display 
Dilihat dari bentuk, iklan display lebih besar dari pada iklan kolom. Dalam iklan ini, ditampilkan gambar dan tulisan yang lebih besar.
4.   Iklan elektronik 
Iklan elektronik adalah iklan yang dipublikasikan dalam media elektronik. Iklan elektronik dapat digolongkan menjadi:
a.    Iklan radio
Iklan radio adalah iklan yang dipublikasikan melalui radio berupa kombinasi dari bunyi kata- kata (voice) dan efek suara (sound effect) dan iklan ini hanya di dengar.
b.   Iklan televisi
Iklan televisi adalah iklan yang dipublikasikan melalui televisi berupa kombinasi dari suara, gambar, dan juga gerak. Iklan ini dapat dilihat dan juga bisa didengar.
c.    Iklan internet
Iklan internet adalah iklan yang dipublikasikan melalui internet beragam. Ada yang didengar, dan juga ada pula yang di dengar.

Selain dibedakan berdasarkan jenis media yang digunakan , iklan juga bisa dibedakan berdasarkan tujuannya. Berdasarkan tujuannya, iklan dapat digolongkan menjadi:
A. Iklan komersial
    Iklan yang bertujuan untuk memasarkan barang dan jasa. Iklan ini   dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu iklan taktis dan iklan strategis.
B. Iklan taktis
  Iklan takstis adalah iklan yang bertujuan mendesak konsumen untuk segera membeli. 
C. Iklan strategis
    Iklan strategis adalah iklan yang membangun merk dagang.


5.   Iklan perusahaan
Iklan perusahaan adalah iklan yang bertujuan untuk membangun citra perusahaan yang berujung pada membangun citra produk atau jasa yang diproduksi oleh perusahaan teersebut agar dibeli.
6.   Iklan layanan masyarakat
Iklan layanan masyarakat adalah iklan yang bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan mengajak atau menghimbau masyarakat untuk tidak atau melakukan sesuatu.



Iklan diatas termasuk  jenis iklan layanan masyarakat, karena mengajak atau menghimbau masyarakat untuk tidak atau melakukan sesuatu.
Makna dari iklan yang saya buat adalah berupa sindiran agar seseorang tidak melakukan perbuatan yang negatif seperti mengonsumsi narkoba, karena hal tersebut berakibat buruk bagi kesehatan dan lingkungan sekitar. Dunia akan terasa aman, tentram, dan indah apabila manusianya jauh dari narkoba. 


Senin, 07 November 2016

Teks Berita


SMADA JALAN SANTAI


Minggu, (16/10/16) SMAN 2 Magelang mengadakan jalan santai yang diikuti oleh semua warga SMAN 2 Magelang dan warga sekitar  guna memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke- 37.

Acara dimulai pukul 07.00 WIB dengan menerbangkan balon warna-warni di langit Smada oleh bapak kepala sekolah sebagai simbol dimulainya jalan santai. Para siswa baik siswa putra maupun putri sangat antusias mengikuti acara ini. Tidak hanya itu kegiatan ini juga mendapatkan respon positif dari warga luar  Smada, buktinya mereka juga ikut berpartisipasi dengan mengikuti acara tersebut.

Jalan santai merupakan salah satu kegiatan yang tidak pernah absen dalam perayaan HUT Smada yang diselenggarakan oleh OSIS, selain menyehatkan juga dapat menambah keakraban dalam pertemanan. Para peserta jalan santai juga berjalan rapi dan teratur, disamping itu mereka juga mengabadikan moment jalan santai dengan telepon genggam mereka. Sekitar pukul 09.30 WIB seluruh peserta jalan santai kembali di Smada.  Setelah itu diadakan lomba menghias tumpeng.

Disamping itu siswa-siswi yang tidak mengikuti lomba tersebut berkumpul di panggung tengah untuk menyaksikan berbagai  hiburan. Selain itu, juga disediakan stand-stand makanan dan minuman sebagai penunjang rasa lapar dan haus. Acara berakhir sekitar pukul 12.00 WIB yang ditutup dengan Gong Door Price.